Tuesday, August 15, 2017

Menikah Itu Merenggut Kebebasan Perempuan? Yap, Benar Banget!

Ada yang bilang menikah itu 'merenggut kebebasan perempuan'. Yap benar banget! Tapi kebebasan yang kayak gimana dulu. Sesungguhnya yang terjadi nggak seburuk yang kamu pikirkan.

Tara dan Suami 😎

Menurut eyke, menikah itu memang merenggut kebebasan kita tapi dalam arti positif. Contoh kecilnya saja, setelah nikah gua nggak bebas lagi buat bangun pagi. Dulu sejujurnya sebelum nikah, gua bangun suka-suka saja, salat subuh doang paling terus tidur lagi. Bangun lagi nanti jam 8 buat mandi, siap-siap, ke kantor.

Nah setelah nikah, gua nggak bisa bangun subuh terus tidur lagi. Bangun subuh, nyiapin teh suami, nyuci baju, ngejemurin, masak, baru siap-siap ke kantor. Sebenarnya ini pilihan sih cuma gua memilih untuk melakukan hal ini dan gua menikmati kegiatan sebagai istri. Karena setelah menikah, yang gua urus bukan diri sendiri lagi tapi juga suami. Ada kepentingan yang lebih penting dari ego gua sendiri. Positifnya, hidup gua lebih teratur setelah nikah.

Nggak cuma itu, kebebasan main sama teman cewek juga terenggut (asek bahasanya). Bukan berkonotasi negatif ya, tapi serius kebebasan main sama teman-teman cewek nggak kayak dulu lagi. Seperti yang gua katakan ya, setelah menikah gua uda punya suami jadi gua harus mikirin suami dulu lebih dari yang lain.

Terus kalau dulu masih single gua bebas mau main tinggal main. Setelah nikah qudu izin dulu. Dari sejak pacaran sama Mas Kiki gua selalu izin sih cuma kadang izinnya uda di jalan jadi mau nggak mau dia harus izinin, hehehe. Nah setelah nikah gua izin biasanya jauh-jauh hari atau maksimal sehari sebelumnya. Alhamdulillah suami nggak pernah ngelarang apa pun selama semuanya jelas.

Begitu pula dengan kebebasan waktu main. Ya namanya cewek-cewek suka gosip, rumpi, tawa-tawa nggak kenal waktu. Karena gua anak rumahan ya jadi kalau main paling di rumah teman bukan di club atau kafe sampai malam. Cuma ya tetap aja suka main sampai malam kadang juga nginep. Tapi itu dulu.

Setelah menikah, gua nggak bisa sebebas dulu walaupun suami mengizinkan. Setelah menikah bahkan gua nggak pernah nginep di rumah teman lagi. Mas Kiki selalu mengajarkan gua untuk pulang ke rumah bareng-bareng. Karena gua dan suami masih tinggal di rumah orangtua, menurut dia dengan pulang bersama itu bisa bikin orangtua lebih bahagia. Dia selalu bilang "Kamu lihat deh senyum mama saat kita pulang bareng dan sendiri-sendiri. Beda kelihatannya." Kata-kata itu seperti menyihir gua untuk terus berusaha pulang bareng suami.

Jadi semalam apa pun gua main, dia pasti jemput dan menunggu gua sampai kelar. Walaupun pake BT, ngomel, tapi dia tetap nunggu. Mas Kiki uda biasa kok nunggu, dulu waktu gua masih punya pacar aja Mas Kiki rela nungguuu #eaa ~~ (curcol). Tapi serius Mas Kiki tuh suami tersabar di duniaaaaa ini. Hehhehehee. Kok jadi ngomongin Mas Kiki, nggak kelar-kelar nanti nih tulisan.. 😌😌😌

Terus kebebasan apalagi ya? Ohiya kebebasan lainnya yang terenggut menurut gua setelah menikah adalah BELANJA!!! Yak, dulu sebelum nikah gua bebas menggunakan duit gua buat apa pun. Setelah menikah gua nggak bebas lagi buat pakai uang gua padahal kalau sudah nikah uang kita ditambahin suami loh. Tapi justru karena itu secara alami, gua selalu izin kalau mau belanja, gua bilang apa pun yang gua beli, sampe gua jajan Somay pun gua bilaaang. Itu yang totally berubah setelah menikah.. Dan gua suka itu. 😁

Dan satu hal lagi kebebasan yang terenggut setelah menikah adalah ME TIME. Hahahahaha. Me time gua adalah nonton drama Korea. Nah sebelum nikah gua suka nonton drama Korea tiap malam bahkan sampe begadang. Nggak ada yang protes tuh. Setelah menikah, guaa hanya bisa nonton Korea di kantor, streaming, itu pun paling cuma sebentar. Apalagi suami sama sekali nggak suka Korea jadi makiiiinnnn jarang gua nonton Korea. 😅😅😅

Suami selalu ngebiasain kita buat tidur bareng kecuali kalau ada kerjaan atau dia mau nonton bola. Tapi setiap hari kita selalu tidur bareng itu uda jadi kebiasaan. Karena salah satu quality time kita ya di tempat tidur. Eits nggak melulu bercinta yess hahahaha tapi gua sama Mas Kiki suka ngebahas hal-hal penting di tempat tidur termasuk saling evaluasi. Kadang kita juga suka ngayal bareng, bercanda, ada waktu sekitar 30 menit buat ketawa bareng sebelum akhirnya tidur.

Makanyaaaaa meski kebebasan yang dulu saat single terenggut, entah kenapa kok gua suka ya? Dan merasa lebih bahagiaaaa malah. Guaa sukaa kehidupan setelah menikah yang lebih teratur. Gua malah mikir kenapa nggak direnggut kebebasannya dari dulu aja (alias menikah sejak dulu) hehehehehe.. Tapi ya balik lagi ya ini semua pilihan. Setiap orang punya kisah berbeda-beda.

Gua nggak tahu sih ini dirasakan yang lain atau tidak. Tapi gua benar-benar menikmati waktu sebagai istri selama 1,5 tahun menikah. Walaupun gua uda 6 tahun bareng-bareng sama Mas Kiki cuma perubahannya sangatt sangatt drastis setelah nikah..

Kalau menurut kalian gimana? Ceritaa juga dong....


Monday, August 14, 2017

Teman Tapi Nikah, Apa Perbedaan Setelah Menikah?

Haiiiii, sudah lama banget gua nggak pernah posting. Terakhir tentang Megalomania itu waktu  kuliah di 2011. Tapi karena sekarang gua sudah menikah hampir dua tahun jadi gua memutuskan untuk bercerita seputar kehidupan setelah menikah... hihihi.. Semoga bermanfaat yaaaaaa 😅😅

Gua memang sengaja buat blog ini untuk meluapkan semua perasaan dan pikiran gua tentang pernikahan termasuk suami, anak, dan kehidupan kita setelah menikah.. 😋😋😋

Sesuai judulnya, ini bukan cerita Ayudia Bing Slamet ya yang mungkin pernah merilis bukunya berjudul 'Teman Tapi Nikah' hehehehe tapi ini cerita gua dan suami.

Kali ini gua mau sedikit cerita kalau gua dan suami memang berteman dulu sebelum menikah. Kita berteman sejak kuliah, mulai dari satu kelas, satu geng kampus, satu kantor, sampai akhirnya satu kamar.  Hubungan kita duluu sebelum menikah sangat complicated!!!!!! Hahahahaa 



Awalnya kita sama-sama punya pacar, terus putus, terus saling curhat, terus jadi TTM, masuk ke Friend Zone, hingga akhirnya benar-benar pacaran. Perjalanan yang nggak mudah selama menjalin hubungan hampir 6 tahun hingga akhirnya menikah. Perjuangan suami luar biasa sih sebelumnya dan membuktikan kalau memang dia yang terbaik. Dan masih menjadi yang terbaik sampai saat ini, berharap selamanya. Amiinnnn

Dari teman terus menikah, apa sih bedanya? Aku mau sharing sedikit nih. Biarpun kita temanan dan pacaran lama tapi setelah menikah tentu sangat berbeda

Bedanya:

- Setelah menikah menurut gua perbedaan yang paling menonjol itu PANGGILAN. Yap, gua biasanya manggil Dicky dengan sebutan 'Beb'. Tapi setelah nikah harus dibiasakan manggil 'Mas' walaupun dia sedikit lebih muda dari gua (cuma beda bulan kelahiran sih tapi tahun sama, cuma kan tetep yess tuaan eyke😎). Mas itu sebutan sayang  sekaligus hormat ke suami yang darahnya Jawa kayak gua sama Dicky. Selain mas gua suka nyebut dia 'suami' (memperjelas kalau dia uda milik gue😈)

- Perbedaan kedua yang terasa ituu adalah SEKAMAR BERDUA. Gua uda kebiasaan sekamar sendiri karena adik perempuan eyke kuliah di Bandung. Tidurnya juga di kasur ukuran Queen. Biasanya gua bebaaaaas banget tidur dengan posisi gimana pun, paling sering miring-miring diagonal. Katanya orang yang tidur diagonal itu tanda bahagiaaa. Yaa, gua bahagiaaa. Tapi setelah menikah, gua gak sebebaaas waktu single. Bahkan kadang suka nindiin doi, (maapin ya Mas Ki😁). Habis gimana dong, susah ngubah langsung kebiasaan tidur sendiri di kasur buat berdua. Sedangkan doi dulu kasurnya memang single jadi tidurnya anteng..

Nggaaak cuma ituu, guaa juga anaknyaa suka main handphone terus ketiduran, naro handphone samping bantal dan kunciran jugaa di mana-mana sekitar kasur.. Tapi di awal-awal nikah guaa sering adu bacot sama Dicky soal ini. Soalnya Dicky tipe yang resik, handphone atau kunciran bukan tempatnya di atas kasur menurut diaaa. Jadi dia suka ngomel kalau gua naro sembarangan. Tapi karena gua ngeyel anaknya semakin ke sini yaudah Dicky lelah sepertinya ngasih tau gua dan dia milih ngalah. Nggak cuma ngalaah, tapi dia juga ikut-ikutan taro handphone samping bantal. Hihihiii

- Bedanyaaa lagii adalah soal SELIMUT. Ini nih yang suka jadi 'perdebatan' antara sadar dan nggak sadar adalah SELIMUT! Nanti gua mau bahas sendiri ah soal selimut ini. Gua rasa banyak pasangan yang suka bertengkar di tempat tidur karena selimut. Kalian gimana? 😌

- Yang paling terasa dan bagi guaa sama Dicky perbedaan ini sangat menguntungkan sih, BISA PULANG BARENG! Yap, sebelum nikah Dicky harus ngantar gua ke Bekasi baru pulang ke Depok. Jadi dia harus ngelewatin tiga kota demi gua. Depok-Jakarta Timur-Bekasi-Jakarta Selatan. Begitu juga pas pulang kantor. Setiap hari begitu untung nggak tipes diaa, hehehehe. Tapi memang Dicky pria paling luar biasa yang gua miliki...

Nah setelah menikah, kita kemana-mana satu arah. Itu sangat menguntungkan nggak hanya dari tenaga tapi juga lebih irit. Gua yakin, pasangan lain juga setuju tentang ini. Ya nggak? 😁😁

Lalu gimana soal apa yang tetap sama saja setelah menikah dengan teman sendiri?

Bagi gua semua sama. Dicky tetap menjadi Dicky bahkan menurut gua dia semakin menjadi pribadi yang lebih baik. Gua tetap menjadi gua, tetap apa adanya dan jadi istri yang ekspresif. Bahkan semakin agresif setelah menjadi istri. Kalau tahu menikah itu sebahagia ini, kenapa nggak dari dulu ya? 😁

Kalau kalian kira-kira gimana?

Menikah Itu Merenggut Kebebasan Perempuan? Yap, Benar Banget!

Ada yang bilang menikah itu 'merenggut kebebasan perempuan' . Yap benar banget! Tapi kebebasan yang kayak gimana dulu. Sesungguhny...