Monday, August 14, 2017

Teman Tapi Nikah, Apa Perbedaan Setelah Menikah?

Haiiiii, sudah lama banget gua nggak pernah posting. Terakhir tentang Megalomania itu waktu  kuliah di 2011. Tapi karena sekarang gua sudah menikah hampir dua tahun jadi gua memutuskan untuk bercerita seputar kehidupan setelah menikah... hihihi.. Semoga bermanfaat yaaaaaa 😅😅

Gua memang sengaja buat blog ini untuk meluapkan semua perasaan dan pikiran gua tentang pernikahan termasuk suami, anak, dan kehidupan kita setelah menikah.. 😋😋😋

Sesuai judulnya, ini bukan cerita Ayudia Bing Slamet ya yang mungkin pernah merilis bukunya berjudul 'Teman Tapi Nikah' hehehehe tapi ini cerita gua dan suami.

Kali ini gua mau sedikit cerita kalau gua dan suami memang berteman dulu sebelum menikah. Kita berteman sejak kuliah, mulai dari satu kelas, satu geng kampus, satu kantor, sampai akhirnya satu kamar.  Hubungan kita duluu sebelum menikah sangat complicated!!!!!! Hahahahaa 



Awalnya kita sama-sama punya pacar, terus putus, terus saling curhat, terus jadi TTM, masuk ke Friend Zone, hingga akhirnya benar-benar pacaran. Perjalanan yang nggak mudah selama menjalin hubungan hampir 6 tahun hingga akhirnya menikah. Perjuangan suami luar biasa sih sebelumnya dan membuktikan kalau memang dia yang terbaik. Dan masih menjadi yang terbaik sampai saat ini, berharap selamanya. Amiinnnn

Dari teman terus menikah, apa sih bedanya? Aku mau sharing sedikit nih. Biarpun kita temanan dan pacaran lama tapi setelah menikah tentu sangat berbeda

Bedanya:

- Setelah menikah menurut gua perbedaan yang paling menonjol itu PANGGILAN. Yap, gua biasanya manggil Dicky dengan sebutan 'Beb'. Tapi setelah nikah harus dibiasakan manggil 'Mas' walaupun dia sedikit lebih muda dari gua (cuma beda bulan kelahiran sih tapi tahun sama, cuma kan tetep yess tuaan eyke😎). Mas itu sebutan sayang  sekaligus hormat ke suami yang darahnya Jawa kayak gua sama Dicky. Selain mas gua suka nyebut dia 'suami' (memperjelas kalau dia uda milik gue😈)

- Perbedaan kedua yang terasa ituu adalah SEKAMAR BERDUA. Gua uda kebiasaan sekamar sendiri karena adik perempuan eyke kuliah di Bandung. Tidurnya juga di kasur ukuran Queen. Biasanya gua bebaaaaas banget tidur dengan posisi gimana pun, paling sering miring-miring diagonal. Katanya orang yang tidur diagonal itu tanda bahagiaaa. Yaa, gua bahagiaaa. Tapi setelah menikah, gua gak sebebaaas waktu single. Bahkan kadang suka nindiin doi, (maapin ya Mas Ki😁). Habis gimana dong, susah ngubah langsung kebiasaan tidur sendiri di kasur buat berdua. Sedangkan doi dulu kasurnya memang single jadi tidurnya anteng..

Nggaaak cuma ituu, guaa juga anaknyaa suka main handphone terus ketiduran, naro handphone samping bantal dan kunciran jugaa di mana-mana sekitar kasur.. Tapi di awal-awal nikah guaa sering adu bacot sama Dicky soal ini. Soalnya Dicky tipe yang resik, handphone atau kunciran bukan tempatnya di atas kasur menurut diaaa. Jadi dia suka ngomel kalau gua naro sembarangan. Tapi karena gua ngeyel anaknya semakin ke sini yaudah Dicky lelah sepertinya ngasih tau gua dan dia milih ngalah. Nggak cuma ngalaah, tapi dia juga ikut-ikutan taro handphone samping bantal. Hihihiii

- Bedanyaaa lagii adalah soal SELIMUT. Ini nih yang suka jadi 'perdebatan' antara sadar dan nggak sadar adalah SELIMUT! Nanti gua mau bahas sendiri ah soal selimut ini. Gua rasa banyak pasangan yang suka bertengkar di tempat tidur karena selimut. Kalian gimana? 😌

- Yang paling terasa dan bagi guaa sama Dicky perbedaan ini sangat menguntungkan sih, BISA PULANG BARENG! Yap, sebelum nikah Dicky harus ngantar gua ke Bekasi baru pulang ke Depok. Jadi dia harus ngelewatin tiga kota demi gua. Depok-Jakarta Timur-Bekasi-Jakarta Selatan. Begitu juga pas pulang kantor. Setiap hari begitu untung nggak tipes diaa, hehehehe. Tapi memang Dicky pria paling luar biasa yang gua miliki...

Nah setelah menikah, kita kemana-mana satu arah. Itu sangat menguntungkan nggak hanya dari tenaga tapi juga lebih irit. Gua yakin, pasangan lain juga setuju tentang ini. Ya nggak? 😁😁

Lalu gimana soal apa yang tetap sama saja setelah menikah dengan teman sendiri?

Bagi gua semua sama. Dicky tetap menjadi Dicky bahkan menurut gua dia semakin menjadi pribadi yang lebih baik. Gua tetap menjadi gua, tetap apa adanya dan jadi istri yang ekspresif. Bahkan semakin agresif setelah menjadi istri. Kalau tahu menikah itu sebahagia ini, kenapa nggak dari dulu ya? 😁

Kalau kalian kira-kira gimana?

No comments:

Post a Comment

Menikah Itu Merenggut Kebebasan Perempuan? Yap, Benar Banget!

Ada yang bilang menikah itu 'merenggut kebebasan perempuan' . Yap benar banget! Tapi kebebasan yang kayak gimana dulu. Sesungguhny...